Denda BPJS Kesehatan Kelas 3

5/5 - (12 votes)

Denda BPJS Kesehatan Kelas 3 – BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Tujuan utama BPJS Kesehatan adalah memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai dan merata.

BPJS Kesehatan memiliki beberapa kelas peserta, yaitu Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3. Masing-masing kelas memiliki perbedaan dalam hal iuran bulanan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang diterima. Kelas 1 memiliki iuran yang paling tinggi namun juga mendapatkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan Kelas 2 dan Kelas 3. Kelas 2 memiliki iuran dan fasilitas yang berada di tengah-tengah, sedangkan Kelas 3 memiliki iuran yang paling rendah dengan fasilitas yang lebih sederhana.

Denda BPJS Kesehatan Kelas 3
Denda BPJS Kesehatan Kelas 3

Konsekuensi Telat Membayar Iuran BPJS Kesehatan

Menurut Perpres Nomor 64 Tahun 2020, jika peserta BPJS Kesehatan telat membayar iuran, maka status kepesertaan mereka akan dihentikan sementara. Jika peserta tidak membayar iuran hingga akhir bulan berjalan, maka mereka tidak dapat menggunakan layanan BPJS Kesehatan hingga iuran tersebut dibayar.

Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan yang diberhentikan sementara, peserta harus membayar seluruh tunggakan iuran. Selain itu, ada denda yang dikenakan jika peserta telat membayar dan membutuhkan pelayanan rawat inap dalam 45 hari setelah kepesertaan diaktifkan kembali. Denda ini dihitung sebesar 5% dari total biaya rawat inap, dengan ketentuan maksimal denda adalah Rp30 juta.

Ketentuan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan

Perpres Nomor 64 Tahun 2020 mengatur bahwa iuran BPJS Kesehatan harus dibayar paling lambat tanggal 10 setiap bulan. Jika peserta tidak membayar iuran lebih dari 24 bulan, kepesertaan akan diberhentikan secara permanen dan peserta harus mendaftar ulang sebagai peserta baru untuk mengaktifkan kembali kepesertaan mereka.

Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan setelah diberhentikan sementara, peserta harus melunasi semua tunggakan iuran. Jika peserta membayar seluruh tunggakan, kepesertaan akan aktif kembali pada hari berikutnya.

Baca juga :   Pekerja Offshore Lepas Pantai

Besaran Iuran dan Denda BPJS Kesehatan Kelas 3, 2, 1

Besaran iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

  • Kelas 1: Rp150.000 per bulan
  • Kelas 2: Rp100.000 per bulan
  • Kelas 3: Rp35.000 per bulan

Jika peserta telat membayar iuran dan memerlukan rawat inap dalam 45 hari setelah kepesertaan diaktifkan kembali, denda yang dikenakan adalah 5% dari biaya pelayanan kesehatan, dengan batas maksimal Rp30 juta. Misalnya, jika biaya rawat inap adalah Rp10 juta, maka denda yang harus dibayar adalah 5% x Rp10 juta = Rp500.000.

Cara Cek dan Bayar Denda BPJS Kesehatan

Untuk mengecek tagihan dan denda BPJS Kesehatan, peserta dapat menggunakan beberapa metode berikut:

  1. Aplikasi Mobile JKN: Download aplikasi, login dengan nomor peserta, lalu cek tagihan dan denda pada menu yang tersedia.
  2. SMS: Kirim SMS dengan format tertentu ke nomor layanan BPJS Kesehatan.
  3. WhatsApp (layanan CHIKA): Kirim pesan ke nomor WhatsApp resmi BPJS Kesehatan dan ikuti petunjuk untuk mengecek tagihan.

Untuk membayar denda BPJS Kesehatan, peserta dapat menggunakan metode berikut:

  • Bank: Melalui teller bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • ATM: Melalui mesin ATM bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • E-banking: Melalui layanan internet banking dari bank yang bekerja sama.
  • E-commerce: Melalui platform e-commerce yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kesimpulan

Jika peserta BPJS Kesehatan kelas 3 telat membayar iuran selama 1 bulan, kepesertaan mereka akan dihentikan sementara dan mereka tidak dapat menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan, peserta harus membayar seluruh tunggakan iuran. Peserta juga harus siap membayar denda jika membutuhkan rawat inap dalam 45 hari setelah kepesertaan diaktifkan kembali.

Cara mengecek tagihan dan denda BPJS Kesehatan dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, SMS, dan layanan CHIKA (WhatsApp), sedangkan metode pembayaran denda dapat dilakukan melalui bank, ATM, e-banking, dan e-commerce.

error: Peringatan: Konten dilindungi !!