Menghindari Jargon di Surat Lamaran: Solusi untuk Menarik Perhatian Pemberi Kerja

Rate this post

Apakah Anda pernah merasa bingung saat membaca surat lamaran yang penuh dengan jargon dan frasa teknis yang sulit dimengerti? Anda bukan satu-satunya. Penggunaan jargon dalam surat lamaran dapat mengaburkan pesan kita dan membuat pemberi kerja kehilangan minat sebelum mereka benar-benar melihat kemampuan kita. Di dalam dunia persaingan kerja yang ketat ini, penting bagi kita untuk menghindari jargon dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Dalam surat lamaran, kita harus mampu menyampaikan informasi dengan jelas tanpa mengorbankan keaslian dan kualitas tulisan kita. Meskipun terkadang kita merasa penggunaan jargon akan memberikan kesan profesional, sebenarnya hal itu dapat berdampak negatif. Mari kita lihat mengapa menghindari penggunaan jargon dalam surat lamaran sangat penting dan bagaimana kita dapat melakukannya dengan langkah-langkah konkret.

Menghindari Penggunaan Jargon dalam Surat Lamaran


Penggunaan jargon dalam surat lamaran dapat memberikan dampak negatif dan sebaiknya dihindari. Jargon adalah istilah atau frasa khusus yang spesifik untuk suatu bidang atau kelompok tertentu. Meskipun penggunaan jargon mungkin terlihat profesional, namun dapat menyulitkan pembaca yang tidak familiar dengan istilah tersebut.

Contoh-contoh Jargon yang Sering Digunakan dalam Surat Lamaran

Beberapa contoh jargon yang sering digunakan dalam surat lamaran antara lain:

  • KPI (Key Performance Indicator)
  • SWOT Analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
  • ROI (Return on Investment)
  • CRM (Customer Relationship Management)
  • SEO (Search Engine Optimization)

Dampak Negatif Penggunaan Jargon dalam Surat Lamaran

Penggunaan jargon dalam surat lamaran dapat memiliki dampak negatif, antara lain:

  • Membuat surat lamaran sulit dipahami oleh pihak yang tidak terbiasa dengan istilah tersebut.
  • Menyulitkan pihak penerima surat lamaran untuk menilai kemampuan dan kecocokan pelamar karena terlalu fokus pada penggunaan jargon.
  • Mengurangi kesan profesionalitas surat lamaran karena terlalu banyak istilah teknis yang digunakan.
Baca juga :   Surat Lamaran untuk Pekerjaan Sampingan

Langkah-langkah Konkret untuk Menghindari Penggunaan Jargon dalam Surat Lamaran

Untuk menghindari penggunaan jargon dalam surat lamaran, ada beberapa langkah yang dapat diambil, antara lain:

  1. Hindari penggunaan istilah teknis yang tidak diperlukan. Gunakan istilah umum yang dapat dipahami oleh semua orang.
  2. Jelaskan konsep atau istilah yang kompleks dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  3. Gunakan contoh konkret untuk menggambarkan kemampuan atau pengalaman yang dimiliki.
  4. Perhatikan audiens surat lamaran dan sesuaikan bahasa yang digunakan agar mudah dipahami oleh mereka.
  5. Gunakan frasa yang lebih umum dan deskriptif daripada jargon yang spesifik.

Menggantikan Jargon dengan Kata-kata yang Mudah Dimengerti

surat iklan pekerjaan lowongan lamaran pilihan

Jargon adalah istilah atau kosakata yang digunakan dalam suatu bidang atau profesi tertentu. Penggunaan jargon dalam surat lamaran dapat membuat perekrut sulit memahami maksud dan kompetensi yang ingin disampaikan oleh pelamar. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti agar surat lamaran dapat efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan.

Berikut adalah contoh-contoh kata-kata jargon yang dapat digantikan dengan kata-kata yang mudah dimengerti:

  • Jargon: KPI (Key Performance Indicator)
  • Kata-kata yang mudah dimengerti: Indikator Kinerja Utama
  • Jargon: SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
  • Kata-kata yang mudah dimengerti: Analisis Kelebihan, Kekurangan, Peluang, Ancaman
  • Jargon: ROI (Return on Investment)
  • Kata-kata yang mudah dimengerti: Tingkat Pengembalian Investasi

Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menggantikan jargon dengan kata-kata yang mudah dimengerti antara lain:

  1. Menggunakan sinonim yang lebih umum
  2. Menjelaskan istilah jargon secara singkat
  3. Menggunakan contoh atau ilustrasi untuk memperjelas maksud

Berikut adalah contoh kalimat dalam surat lamaran yang menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti:

“Saya memiliki pengalaman dalam mengembangkan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Selama bekerja di perusahaan ABC, saya berhasil meningkatkan tingkat pengembalian investasi (ROI) hingga 20%.”

Menyesuaikan Bahasa dengan Target Perusahaan

Dalam surat lamaran, penting untuk menyesuaikan bahasa dengan target perusahaan. Hal ini akan menunjukkan bahwa kita telah melakukan penelitian tentang perusahaan tersebut dan memiliki minat yang sungguh-sungguh untuk bergabung.

Baca juga :   Menulis Surat Lamaran Berdasarkan Iklan: Meningkatkan Peluang Diterima di Perusahaan

Perbedaan bahasa dapat terjadi antara perusahaan yang berbeda. Misalnya, bahasa yang digunakan dalam industri kreatif mungkin lebih santai dan informal, sementara bahasa yang digunakan dalam industri keuangan cenderung lebih formal dan profesional.

Untuk menyesuaikan bahasa dengan target perusahaan, pertama-tama kita perlu melakukan penelitian tentang nilai-nilai, budaya, dan gaya komunikasi perusahaan. Ini dapat dilakukan dengan membaca website perusahaan, melihat postingan mereka di media sosial, atau berbicara dengan karyawan yang telah bekerja di perusahaan tersebut.

Contoh Kalimat dalam Surat Lamaran yang Menyesuaikan Bahasa dengan Target Perusahaan

  • “Saya sangat tertarik untuk bergabung dengan perusahaan Anda yang dikenal sebagai pemimpin inovasi dalam industri ini.”
  • “Saya sangat mengagumi upaya perusahaan Anda dalam membangun komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.”
  • “Saya percaya bahwa dengan pengalaman dan keterampilan saya, saya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan perusahaan Anda.”

Menggunakan Frasa yang Lebih Umum dan Mudah Dimengerti

Pada surat lamaran, sangat penting untuk menggunakan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti.

Hal ini dapat memudahkan penerima surat lamaran dalam memahami isi dari surat tersebut dan menghindari kebingungan. Selain itu, penggunaan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti juga dapat menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik dari pelamar.

Contoh-contoh frasa jargon yang dapat digantikan dengan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti adalah:
1. Jargon: “Saya memiliki pengalaman dalam mengelola KPI dan KRA di perusahaan saya sebelumnya.”
Frasa yang lebih umum: “Saya memiliki pengalaman dalam mengelola indikator kinerja dan tugas-tugas utama di perusahaan saya sebelumnya.”

2.

Jargon: “Saya memiliki keahlian dalam menggunakan CMS seperti WordPress dan Joomla.”
Frasa yang lebih umum: “Saya memiliki keahlian dalam menggunakan sistem manajemen konten (CMS) seperti WordPress dan Joomla.”

3. Jargon: “Saya memiliki pemahaman yang mendalam tentang SEO dan strategi pemasaran digital.”
Frasa yang lebih umum: “Saya memiliki pemahaman yang mendalam tentang optimisasi mesin telusur (SEO) dan strategi pemasaran digital.”

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggunakan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti dalam surat lamaran.

Baca juga :   Memahami Etiket Surat Lamaran: Panduan Lengkap untuk Meningkatkan Peluang Diterima dalam Seleksi Kerja

Pertama, hindari penggunaan istilah teknis atau jargon yang hanya dimengerti oleh orang-orang dalam bidang tertentu. Kedua, gunakan frasa yang lebih sederhana dan jelas dalam menjelaskan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang relevan. Ketiga, gunakan contoh konkret dan nyata untuk menggambarkan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.

Berikut adalah contoh kalimat dalam surat lamaran yang menggunakan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti:
1.

Informasi ini dimaksudkan untuk memperkirakan besaran Surat Lamaran khususnya untuk orang yang masih awam. Adapun ketersediaan pembahasan yang dikutip dinaspajak.com adalah hanya untuk membantu calon pekerja, pemilik kendaraan untuk mengetahui besaran Menghindari jargon di surat lamaran solusi untuk menarik perhatian pemberi kerja baik masih lulusan SMA ataupun baru lulus perguruan tinggi S1 dan S2.

“Saya memiliki pengalaman dalam mengelola proyek-proyek besar dan memastikan pencapaian target yang ditetapkan.”
2. “Saya memiliki keahlian dalam mengembangkan dan mengelola kampanye pemasaran melalui platform digital.”
3. “Saya memiliki pemahaman yang mendalam tentang analisis data dan penggunaan alat analisis seperti Google Analytics.”

Dengan menggunakan frasa yang lebih umum dan mudah dimengerti, surat lamaran akan menjadi lebih jelas, mudah dipahami, dan meningkatkan kesempatan pelamar untuk mendapatkan perhatian dari penerima surat lamaran.

Hasil Kesimpulan

Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, pemberi kerja mencari individu yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif. Dengan menghindari penggunaan jargon dalam surat lamaran, kita dapat menunjukkan kemampuan kita dalam berkomunikasi secara mudah dimengerti dan memikat perhatian pemberi kerja. Jadi, mari kita tingkatkan surat lamaran kita dengan menggantikan jargon dengan kata-kata yang mudah dimengerti, menyesuaikan bahasa dengan target perusahaan, dan menggunakan frasa yang lebih umum. Dengan begitu, kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan akan semakin besar!

error: Peringatan: Konten dilindungi !!